Wednesday, October 28, 2026

Siapkan Generasi Pemutus Kemiskinan, Bupati Gus Irawan Dorong Penguatan Sekolah Rakyat

Baca Juga

Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tapsel harus menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hal itu disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapsel, di Gedung Serbaguna/Aula Sekolah Rakyat, Sipirok, Sabtu (17/10/2026).

- Advertisement -

Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan program pendidikan, fasilitas, sistem pembelajaran berasrama, serta potensi dan perkembangan siswa kepada orang tua dan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Bupati mengaku bangga melihat semangat belajar, kedisiplinan dan beragam talenta yang ditunjukkan para siswa.

Baca Juga: Pemulihan Sekolah Pasca Bencana, Tapsel Revitalisasi 43 PAUD

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang mampu memperbaiki kehidupan keluarga dan lingkungannya.

“ Anak-anak kita ini memiliki kecerdasan yang tinggi dan disiplin yang baik. Karena itu, saya meminta seluruh guru, tenaga pendidik, dan wali asrama membimbing serta mendidik mereka seperti anak sendiri, ” ujar Gus Irawan.

Ia menilai sistem pendidikan berasrama memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar lebih terarah, membangun karakter, serta mengembangkan potensi diri.

Program tersebut juga membuka peluang bagi anak-anak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan untuk mendapatkan pembinaan dan kesempatan belajar yang lebih baik.

Gus Irawan menyebut kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari jumlah siswa yang lulus, tetapi juga dari kemampuan mereka mengubah masa depan keluarga dan memutus kemiskinan antar generasi.

“ Bapak Presiden memiliki visi jauh ke depan. Anak-anak ini adalah anak Indonesia, anak bangsa yang memiliki hak untuk bahagia dan mempunyai masa depan yang baik. Kita tidak ingin kemiskinan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, ” tegasnya.

Ia berharap para siswa mampu meraih cita-cita sesuai minat dan kemampuan masing-masing, baik menjadi prajurit TNI, pilot, astronot, maupun menekuni profesi lainnya.

Lebih dari itu, mereka diharapkan tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi keluarga dan masyarakat.

“ Kalian adalah generasi pertama di Sekolah Rakyat ini. Kalian ikut menentukan bagaimana sekolah ini akan berkembang ke depan. Karena itu, ikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh,c” pesannya kepada para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irawan menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel siap mendukung pengembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 agar menjadi lingkungan pendidikan yang berkualitas, nyaman, dan mampu menunjang proses pembelajaran.

Ia mengungkapkan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah tersebut mencapai 10 hektare.

Selain pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, ia menginginkan kawasan sekolah ditata menjadi lingkungan yang asri melalui penanaman pepohonan.

Menurutnya, sekolah yang baik bukan hanya megah secara fisik, tetapi juga harus memberikan kenyamanan, mendukung pembentukan karakter dan menghasilkan lulusan berkualitas.

“ Kita ingin Sekolah Rakyat Tapsel menjadi sekolah yang megah, indah, luas, dan nyaman, tetapi yang paling penting adalah kualitas pendidikannya. Apa pun dukungan yang bisa diberikan pemerintah daerah, akan kita upayakan untuk mencapai tujuan tersebut, ” katanya.

Lihat Juga: Pompa Air Diduga Beraliran Listrik, Siswa SD Diduga Meninggal Tersengat

Bupati juga meminta adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola sekolah, tenaga pendidik, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi terkait dalam menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria program.

Pendataan, katanya, perlu dilakukan lebih awal, terutama bagi anak-anak di desa terpencil yang menghadapi keterbatasan jaringan komunikasi dan akses informasi.

Dengan demikian, kesempatan memperoleh pendidikan melalui Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.

Selain menyoroti pengembangan pendidikan, Gus Irawan turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik menyusul kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah Tapsel.

Ia meminta pengelola sekolah mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila kondisi udara tidak mendukung.

Jika kegiatan luar ruangan tidak dapat dihindari, siswa dan tenaga pendidik diimbau menggunakan masker serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan.

Gus Irawan juga meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas meningkatkan kewaspadaan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak paparan kabut asap.

Di akhir arahannya, Bupati kembali mengajak seluruh unsur pemerintah, pengelola sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada fasilitas dan proses belajar mengajar, tetapi juga pada kepedulian bersama dalam memastikan setiap anak memperoleh pendidikan, pembinaan karakter, dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

” Dengan dukungan berbagai pihak, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapsel diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, berdaya saing, serta menjadi agen perubahan dalam memutus rantai kemiskinan di daerah, ” tegasnya.

Sementara, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapsel Yusmidar, menjelaskan, kegiatan open house bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan, sistem pendidikan, fasilitas, serta perkembangan sekolah yang telah beroperasi sekitar satu tahun.

Ia menyampaikan, kegiatan pembelajaran awal dimulai pada 30 September 2025 melalui sekolah rintisan yang berlokasi di Balai Latihan Kerja Kabupaten Tapsel. Selanjutnya, kegiatan pendidikan berlanjut di gedung sekolah permanen.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapsel menampung 354 siswa yang terdiri atas 134 siswa jenjang SD, 134 siswa jenjang SMP, dan 86 siswa jenjang SMA. Proses pendidikan didukung oleh 167 guru dan tenaga kependidikan.

Untuk jenjang SD, sekolah memiliki enam rombongan belajar yang mencakup kelas I hingga kelas VI. Jenjang SMP terdiri atas lima rombongan belajar untuk kelas VII dan VIII, sedangkan jenjang SMA memiliki tiga rombongan belajar untuk kelas X.

Baca Juga: Masjid Al-Karim Panyanggar Terima Sertifikat Tanah Wakaf

Yusmidar mengakui jumlah siswa saat ini belum memenuhi target penerimaan yang direncanakan. Sejumlah calon siswa mengundurkan diri karena belum terbiasa tinggal di asrama, sementara sebagian orang tua masih mengalami kesulitan berpisah dengan anak mereka.

Oleh karena itu, pihak sekolah berharap dukungan Dinas Sosial dan instansi terkait untuk membantu pemenuhan kuota siswa sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan open house tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Asisten III Triyanta, penanggung jawab kegiatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) Doni Setia Budi bersama para kadet, unsur Forkopimda, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Sipirok, Kepala Sekolah Rakyat Yusmidar, para guru dan tenaga kependidikan, wali asrama, serta orang tua siswa.(Wan)

Warta Terbaru

Perkuat Sinergi, BRI BO Padangsidimpuan Serahkan Sarana Elektrik Kepada Kodim 0212/Tapsel

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Padangsidimpuan menyerahkan dukungan sarana elektrik operasional kepada Komando Distrik...

Artikel Menarik Lainnya